2.26.2016
Hijab is Trully Happiness!
Semoga,
kalian membaca tulisan ini dengan seksama, ya. Apabila ada keluhan atau kritik
serta saran, silahkan email ke: putriajengaryanti@yahoo.com
atau mention ke Twitter: @artni_p. Semoga tulisan
ini bermanfaat bagi kalian yang sudah berhijab, dan bagi yang belum semoga
terinspirasi, yaa.
4.23.2015
Siapkah Kau 'tuk Jatuh Cinta, Lagi?
Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda
Diantara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu
Hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku
Inginkan kau ada
Di hidupku ...
Itulah penggalan
single terbaru dari grup musik HiVi! yang berjudul “Siapkah Kau ‘tuk Jatuh Cinta Lagi” yang sering dilihat di akun Instagram dan Twitter
milik HiVi! yaitu @sayhivi dan juga para personelnya. Awal kemunculan
hashtag #SIAP di Instagram dan Twitter serta Official Page
Facebook milik grup bentukan Nino ‘RAN’ ini membuat banyak HiFriends –sebutan untuk
penggemar HiVi!- jadi kebingungan, ada apa dengan hashtag
tersebut? Serta, kemunculan beberapa video di Instagram yang berdurasi 15 detik
tersebut semakin gencar dipublikasikan oleh Dalila Azkadi, Ilham Aditama, Ezra Mandira dan juga Febrian Nindyo di akun Instagram masing-masing. Seperti contohnya
Ezra Mandira yang memposting video dari sang bunda, Dina Mariana yg berdurasi 15 detik tersebut mengenai hashtag #SIAP tentang single terbaru HiVi! ini. Nah, ada pula Febrian Nindyo yang juga memposting video dari Asta Andoko, seorang gitaris dari RAN mengenai
single terbaru mereka. Masih banyak lagi video-video yang diposting oleh mereka
termasuk para teman/sahabat dari para personilnya.
Di akun Instagram milik Dalila Azkadiputri, dia juga memposting video dari sahabat dekatnya yang menyatakan #SIAP dengan single terbaru mereka. Nah, HiVi! juga mengajak serta para HiFriends untuk
memposting ke #SIAP an kalian menunggu single terbaru mereka. Gak sedikit
yang ikutan, bahkan banyak banget. Bahkan, hampir semua memposting ke #SIAP an mereka di akun Instagram masing-masing. Bahkan,
kedua manager dari band ini, yaitu Maharani Wandita dan
Bima Pramudia juga ikutan menyatakan bahwa
mereka #SIAP dengan gebrakan baru yang dibuat oleh band yang
sudah berusia 4 tahun pada akhir Januari kemarin. Dan juga, para personil band pengiring
HiVi! juga menyatakan #SIAP di
akun Instagram HiVi!
lho. Wah,
kurang apa lagi ya dukungan untuk single terbaru HiVi! yaa??
Nah sekarang, single
terbaru dari HiVi! ini sudah bisa direquest di radio-radio seluruh Indonesia
sejak tanggal 22 April kemarin. Dan, lagu ini juga sudah tersedia di iTunes
lho. Bagi kalian pengguna Apple, silahkan download dan nikmati single terbaru
mereka, ini link-nya: https://itunes.apple.com/id/album/siapkah-kau-tuk-jatuh-cinta/id985689519.
Jangan lupa request di radio-radio kesayangan HiFriends di seluruh Indonesia ya.
Pokoknya jangan download ilegal, dan cintai karya anak-anak Indonesia. Semoga suka
dengan single dan juga bandnya yaa hihi :D
Terus dukung grup musik favorit kalian untuk terus
berkarya di industri musik Indonesia. Selamat untuk HiVi! kita tunggu gebrakan terbaru dari mereka selanjutnya yaa HiFriends!
1.09.2015
Antara Waktu dan Biaya
Setiap
orang pasti memiliki pekerjaan untuk membiayai kehidupannya masing-masing,
mungkin untuk biaya hidup anak dan istri. Banyak juga yg bekerja di kawasan
terpadu di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, terlebih jika mereka
ditempatkan diluar Jakarta seperti Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang. Bagi orang-orang
yg memiliki kendaraan seperti sepeda motor atau mobil pribadi tentu akan
memudahkan mereka untuk pergi ke tempat kerja mereka yg jaraknya sangat jauh dr
rumah. Lalu, bagaimana dengan mereka yg tidak memiliki kendaraan dan harus
pergi ke kantor menggunakan angkutan umum seperti bis, kereta dan busway? Ini jawaban
mereka.
Sebelumnya,
saya pernah berkeliling Jakarta menggunakan angkutan umum seperti busway dan
kereta Commuter Line pada hari kerja. Ternyata, banyak yg menggunakan jasa
angkutan umum tersebut dan bahkan hampir setiap hari. Saya melakukan
perbandingan antara busway dengan kereta Commuter Line yang hampir setiap menit
datang mengangkut penumpang sampai tujuan. Pertama-tama, saya menggunakan
angkutan kereta Commuter Line dengan tujuan akhir stasiun Bekasi dimulai dari stasiun
Jakarta Kota. Saya tidak pernah menanyakan nama kepada org yg saya ajak bicara
karena mereka takut saya berbuat kejahatan seperti yg terjadi
sebelum-sebelumnya. Yang pertama adalah wanita, kira-kira umurnya 34 tahun, dia
bekerja di sebuah perusahaan di daerah Bekasi. Rumahnya berada di Muara Karang,
Pluit, Jakarta Utara. Setiap hari, wanita tsb mengatakan kpd saya bahwa dia
lebih nyaman dan enak menggunakan kereta dibanding busway. Menurutnya, jika ia
naik busway menuju tempat kerjanya di Bekasi, ia akan terlambat sampai kantor
dan akan dikenakan sanksi hukuman dr atasannya. Ia mengatakan bahwa lebih cepat
sampai kantor jika naik kereta dibanding busway. “Lebih enak naik kereta mbak
ketimbang busway. Soalnya kan kantor saya jauh di Bekasi, takut telat dimarahin
sm bos jadi saya naik kereta aja dr Kota,” tuturnya.
Kemudian,
orang yg kedua yg saya ajak berdiskusi adalah seorang pria paruh baya,
kira-kira usianya hampir 50 tahun. Beliau bekerja di sebuah perusahaan di
Juanda. Jawaban yang sama dgn wanita yg diatas tadi mengenai perbandingan
antara busway dengan Commuter Line adalah soal waktu. “Iya neng, saya kerja di
Juanda rumah di Bekasi. Kalo dihitung-hitung, bisa-bisa saya gak sampe kantor
kalo naik busway. Kan kalo pagi tuh jalanan macet ya apalagi daerah Harmoni,
belum nunggu buswaynya yg lama. Harus pindah-pindah halte. Kalo naik kereta kan
lebih cepat, lebih murah, enak lagi,” katanya. Namun, beliau mengatakan baru
beberapa bulan ini ia menggunakan kereta untuk bepergian menuju kantor atau
kembali pulang kerumahnya di Bekasi. Sebelumnya, ia mengaku menggunakan busway
dan angkutan umum utk pergi ke kantor pada pagi hari. “Saya pernah naik angkot
dr rumah di Bekasi, wah itu yg namanya macet udah dimana-mana. Saya aja sampe
kantor jam 9 pagi, kalo naik kereta bisa jam 8 atau setengah 9. Lebih cepet
naik kereta lah,” ujarnya.
Orang
yang ketiga adalah seorang mahasiswi, umurnya kira-kira 20 tahun. Ia sedang mengenyam pendidikan di sebuah universitas di daerah
Klender. Rumahnya di sekitar Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pada saat itu, saya berpikir bahwa betapa beruntungnya saya yg msh bisa kuliah
dengan jarak yg tidak sangat jauh dan tidak perlu bersusah payah
berdesak-desakan didalam kereta untuk sampai di kampus. “Ini aja saya baru mau ke kampus
mbak, masuk jam 12 siang. Makanya berangkat jam segini. (Pada saat itu jam
menunjukkan pukul 10.00 WIB). Abisnya kalo naik angkot suka lama mbak, belom
ngetem-nya di kalibata lama, terus hrs turun angkot pindah jurusan. Belom lagi kalo angkotnya nggak ada,
mesti nunggu lagi. Bisa sampe kampus jam berapa saya mbak kalo naik angkot. Kebetulan
kan udah ada kereta, rumah saya juga deket sm stasiun Pasar Minggu Baru. Kalo ada
kereta knp mesti naik angkot?“ katanya. Menurutnya,
untuk segi waktu lebih efisien menggunakan kereta dibanding angkutan umum seperti bis, angkot atau busway. Mentok-mentok,
kalau masih macet mereka menggunakan ojek sebagai sarana yg cocok utk menerobos
kemacetan di Jakarta ini.
Dari
ketiga orang yg saya ajak bicara ketika sedang berada didalam kereta Commuter
Line jurusan Jakarta Kota-Bekasi adalah masalah waktu dan biaya.
Kedua,
saya menggunakan buaway utk menuju tempat tinggal saya di Pondok Pinang,
Jakarta Selatan. Saya naik busway TransJakarta dari halte Dukuh Atas 1 menuju
Harmoni dan melanjutkan lagi menuju Lebak Bulus. Di halte Dukuh atas, saya
bertemu dgn seorang anak lelaki muda, usianya kira-kira 25 tahun. Ia ingin
pergi ke kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat. Ia mengeluh karena keterlambatan
datangnya busway dr Blok-M menuju Harmoni. Saya hanya tersenyum pada saat itu. Ketika
saya tanya, dengan nada pelan dan ramah, ia menjawab pertanyaan saya semuanya. “Saya
mau ke Duri Kepa mbak, mau nengokin saudara saya disana. Ini udah hampir sejam
saya nunggu disini tapi busway-nya nggak sampai-sampai. Kalo aja ada kendaraan
yg lebih cepat dari busway, saya mau naik mbak biar cepet sampe sana,” katanya.
Namun, ketika saya singgung mengenai kereta Commuter Line, ia mengatakan, “Tadinya
saya juga mau naik kereta mbak, cuma saya nggak tau angkot ke rumah saudara
saya itu. Saya taunya naik busway aja, tapi kalo ke kantor saya sih naik kereta
mbak, cuma baru kali ini aja saya naik busway. Ternyata lama ya”.
Kemudian,
di halte busway Harmoni, saya bertemu dengan seorang wanita, kira-kira umurnya
27 tahun. Ia bekerja di kawasan Kebon Jeruk dengan rumahnya yg berada di
Jatinegara. Sama halnya dengan lelaki diatas, ia mengeluhkan keterlambatan
datangnya busway jurusan Lebak Bulus-Harmoni. “Biasanya sih nggak lama mbak,
tapi ini kok tumben sih lama ya datengnya?” keluhnya. Dengan santainya, obrolan
kami pun semakin panjang. “Iya mbak, saya mau kerja di Kebon Jeruk. Kan kalo
naik kereta nggak ada stasiunnya. Ya mau nggak mau saya harus naik busway dgn
resiko lama dan telat. Sebenernya sih kalo ada stasiun Kebon Jeruk ya saya naik
kereta aja mbak dari Jatinegara. Tapi adanya busway ya saya harus naik ini ke
kantor, biasanya sih suami saya yg nganter tp dial g masuk pagi terus saya
masuk siang jadi nggak bisa nganter ke kantor deh,” tuturnya.
Bisa
disimpulkan, bila dihitung-hitung dari segi waktu, lebih cepat naik keret
Commuter Line dibanding bus TransJakarta. Namun, dari segi biaya, lebih murah
naik bus TransJakarta daripada kereta Commuter Line. Hampir 99% orang yg saya
ajak bicara dan mengajak saya bicara baik di dalam kereta atau bus
TransJakarta, mereka lebih mengutamakan waktu dibanding biaya dan keselamatan
diri sendiri. Contohnya seperti di stasiun Tanah Abang setiap pukul 17.00 WIB. Kereta
yang menuju Serpong, Parung Panjang hingga Maja penuh sesak oleh penumpang yg
kebanyakan turun di stasiun Pondok Ranji, Sudimara, Serpong dan Parung Panjang.
Berdesak-desakan, saling dorong dan memaksakan diri untuk masuk kedalam
rangkaian kereta adalah hal yg biasa bagi mereka yg rumahnya berada di sekitar
Serpong dan Parung Panjang bahkan Maja sekalipun. Pulang dengan tubuh yang
sakit karena berdesakan ketika ingin masuk/keluar kereta menjadi makanan utama
bagi mereka. Mereka sudah biasa dengan hal seperti itu. Terlebih jika mereka
tidak mendapatkan kereta atau ketinggalan kereta karena keterlambatan. Suara teriakan
dan rintihan kesakitan akibat berdesak-desakan didalam kereta sudah hal biasa
bagi petugas kereta Commuter Line yang bersiap siaga menjaga disetiap rangkaian
kereta.
Jika
dihitung dalam biaya, untuk kereta Commuter Line sekali perjalanan bisa memakan
biaya Rp 3000,- hingga Rp 4000,- dgn tujuan akhir yg mereka inginkan. Karena,
Rp 2000,- setiap 5 stasiun pertama dan Rp500,- setiap 3 stasiun berikutnya. Jika
menggunakan bus Transjakarta, satu kali perjalanan hanya memakan biaya Rp
3500,- kemanapun tujuan akhirnya. Jadi, lebih murah menggunakan busway daripada
kereta Commuter Line.
Kesimpulan dari saya, jagalah diri sendiri dari orang
lain disekeliling Anda. Karena, kesempatan pada saat seperti itulah yang
menjadi sasaran empuk bagi para pencopet untuk mendapatkan hasil dari
mangsanya. Semoga, tulisan saya ini bermanfaat bagi Anda semua pengguna jasa
angkutan bus TransJakarta dan kereta Commuter Line. Mohon maaf jika ada
kesalahan nama, penulisan dan lain-lain. Sekian dan terimakasih.
(nb: Saya
menulis tulisan ini karena saya sebelumnya sudah melakukan riset serta
observasi menggunakan 2 jasa angkutan umum milik Pemerintah dan saya sudah
merasakan berdesak-desakan dalam kereta Commuter Line dan bus TransJakarta. Jika
Anda berkomentar negatif tentang tulisan saya ini dan atau memprotes tentang
angkutan umum milik Pemerintah ini, lebih baik Anda rasakan dulu seperti apa yg
mereka rasakan setiap hari. Terimakasih)
12.31.2014
Live. Love. Laugh.
Ada kalanya kita merasa ingin menyendiri, merenungkan apa yg
telah kita lakukan selama ini. keinginan untuk bahagia, selalu terlintas
termasuk membahagiakan mereka, kalian dan dia yang selalu hadir dalam setiap
mimpi, doa dan kehidupanku sehari-hari. Ingin rasanya melihat mereka dan dia
tersenyum bahagia, tersenyum karena aku bisa membuktikan kpd mereka bahwa aku
telah sukses. Sukses dalam segala usahaku selama ini. namun terkadang, rasa
sedih juga melintas di pikiranku, mengapa aku selalu mengecewakan mereka,
membuat mereka marah, mereka kesal. Membuat mereka, kalian dan dia menangis. Apa
salahku? Aku harus berbuat apa agar mereka tidak menangis dan marah seperti itu
lagi?
Aku ingin
membuktikan kepada mereka, “Hai lihatlah. Aku sudah sukses, aku sudah menggapai
cita-citaku saat ini. Aku berbeda, aku tidak seperti yang dulu, dulu sebelum
aku seperti ini, aku menjadi seseorang yang bisa membuktikan kpd mereka, kalian
dan dia bahwa aku saat ini sudah menjadi apa yg aku inginkan”. Dibalik kesuksesan
seseorang, ada orang lain yang selalu mensupport, memotivasi dan selalu berada
dibalik layar yg setiap hari hadir di kehidupannya yaitu DIA. Hai kamu, saat
ini aku masih belajar untuk menjadi apa yg kamu inginkan. Suatu saat nanti,
kamu akan melihat perubahan dari dalam diriku sendiri. Perubahan yg sangat
signifikan, perubahan yang membuat orang lain menjadi terperanga melihat
diriku. Saat ini, aku masih sama seperti apa yg kamu lihat kemarin. Aku belum
berubah, aku masih butuh proses untuk menjadi seseorang yg lebih dewasa, lebih
baik lagi dan mampu bangkit dr keterpurukan.
Mungkin mereka,
kalian dan dia tidak pernah tau perjuangan yg telah aku lewati untuk menjadi
orang yg lebih baik lagi. Saat ini, aku masih dalam bimbingan, proses belajar
dan mencoba menjadi orang yg mereka inginkan. Mereka, yang selalu menjadi
motivasi aku untuk tetap hidup. Kalian, yang selalu hadir disetiap waktu untuk
membuatku selalu tersenyum, tertawa dan bahagia. Dia, yang selalu menjadi
inspirasi aku selama ini dan selalu menjadi yang paling pertama untukku agar
aku terus belajar, menggapai keinginanku di masa yang akan datang. Dia, yang
selalu mensupport apapun keinginan dan selalu memberikan nasehat agar aku
selalu belajar, belajar dan belajar. Dia, adalah orang yang selalu menjadi
bagian dalam hidupku setelah mereka, orangtua dan keluarga. Dibalik kalian,
teman-temanku yang selalu mengajarkanku cara berteman, cara berbicara dan cara
bertoleransi sesama manusia.
Tidak banyak kata-kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya aku memiliki mereka, kalian dan dia, yang selalu membuatku tersenyum, tertawa dan hidup. Aku ingin melihat mereka dan dia serta kalian selalu tersenyum atas kehadiranku. Tahun ini adalah tahun dimana aku akan memasuki usia yang semakin lama semakin tua, yang dimana aku memiliki keinginan untuk semakin berpikir lebih luas dan semakin termotivasi untuk terus membuat mereka dan dia serta kalian selalu tersenyum bahagia. Satu keinginanku, aku ingin melihat mereka tersenyum bahagia dan menangis melihat aku sukses dan lulus dari sebuah universitas dengan gelar yang aku miliki dibelakang namaku. Aku hanya ingin mereka seperti itu, menangis bahagia atas prestasi yg telah diraih oleh anak kesayangan dan tercintanya. Serta, aku ingin kalian selalu ada untuk selalu membuat hidupku menjadi lebih baik dan semakin baik.
8.07.2014
Jodoh, Cinta dan Takdir
Semua wanita pasti menginginkan seorang pasangan yang selalu
menemani hidupnya hingga akhir hayat. Baik dia berwajah tampan, sholeh, baik
budi pekertinya, apalagi sangat sayang terhadap orangtua. Itu adalah dambaan semua
wanita. Akan tetapi, akankah ia menerima pasangannya jika pasangannya itu
memiliki kebiasaan yang buruk, misalnya sering mabuk, sering pulang malam
bahkan pagi buta, atau melakukan kekerasan pada wanita? Tuhan menciptakan manusia
berpasang-pasangan. Suami dengan istri, begitupun sebaliknya. Apakah mungkin
mereka bisa menikmati hidup dengan nyaman? Tidak. Pasti akan ada masalah dan
badai yang menghadang diantara mereka. Tuhan sayang terhadap manusia
yang terus berusaha dan berjuang untuk mendapatkan jodohnya. Apakah mungkin,
Tuhan akan memberikan seseorang jodoh yang begitu cepat sehingga memungkinkan
dia untuk segera menikah secara agama dan hukum? Tentu saja hanya kita dan
Tuhan yang tau itu semua.
Jelas, Tuhan memberikan pasangan yang tentunya adalah jodoh
kita dimasa mendatang. Entah kapan Tuhan memberikan, hanya Dia yang mengetahui
semuanya. Jodoh.. cerita tentang jodoh. Saya memiliki seorang teman bernama
Ananda. Dia bilang kepada saya dan teman-temannya semasa SMP, ketika dia lulus
SMA nanti, dia tidak mau kuliah atau kerja. Melainkan dia menunggu untuk
dilamar oleh kekasihnya lalu menikah. Entah apa yang dia ucapkan pada saat itu
adalah hanya gurauan bagi teman-temannya, saya bercerita kepada ibu saya
tentang cerita Nanda tadi. Ibu saya hanya tersenyum dan berkata, “jodoh ada
ditangan Tuhan. Kita tidak tau apakah dia akan segera dilamar oleh kekasihnya
atau tidak, hanya dia dan Tuhan yang tau cerita dibalik itu semua”. Sontak,
saya terdiam sejenak. Meneliti perkataan Nanda saat itu. Setelah kelulusan,
hampir 3 tahun kami tidak berkomunikasi. Hanya melalui Facebook kami bercerita
dan mengulang masa-masa SMP yang pada saat itu adalah masa dimana kami masih
mengenal lebih dalam tentang cinta. Tahun 2014, Nanda resmi dilamar oleh kekasihnya yang bernama
Agung. Saya kaget dan sampai heran, apakah ini yang dinamakan takdir dan jodoh?
Secepat itukah teman masa SMP saya memutuskan untuk menikah? Ternyata perkataan
dia saat itu dikabulkan oleh Tuhan. Tepat bulan
Juni lalu, ia melangsungkan akad nikah dirumah orangtuanya. Seketika saya
langsung menghadiri resepsi pernikahan mereka dan mengucapkan selamat
berbahagia, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Saat itu,
saya berada dikampus dan sedang mempresentasikan hasil studi ilmiah saya dan
teman-teman. Melihat jam menunjukkan pukul 2 siang, langsung saya pergi
menghadiri acara resepsi pernikahan Nanda dan Agung. Sungguh bahagia mereka,
melihat teman-teman mereka datang satu persatu menyalami kedua mempelai. Betapa
hebatnya takdir yang diberikan oleh Tuhan saat itu.
Setelah melihat adanya
keajaiban tentang apa yang dikatakan Nanda pada saat SMP dulu, telah menggetarkan
hati dan nurani saya. Apakah saya akan seperti Nanda dan Agung juga, menikah di
usia yang sangat muda? Padahal dalam pikiran berkata, saya masih ingin
menikmati hidup saya sebagai remaja yang bahagia dan tidak sedang mencari
pasangan hidup. Saya masih ingin melanjutkan pendidikan saya dan kemudia
bekerja sebagai karyawan perusahaan. Namun, jauh didalam hati saya,
menginginkan adanya kekasih sebagai penyemangat hidup dan kegiatan sehari-hari
saya. Tuhan masih menyimpan jodoh saya untuk diberikan pada waktu yang tepat. Kapan?
Entah. Hanya Tuhan yang tau kapan jodoh saya datang. Saya bukanlah satu-satunya
orang yang tidak memiliki kekasih saat ini. Masih banyak orang yang seperti
saya. Mungkin Tuhan memberikan saya hari-hari tanpa kekasih. Jika saya memiliki
kekasih saat ini, apakah saya akan bahagia dengannya? Apakah dia akan setia
kepada saya? Apakah dia akan menerima kekurangan dan kelebihan saya sebagai
penyemangat hidupnya? Jawabannya: bisa saja itu terjadi kepadanya jika ia tak
kuat berpacaran dengan saya. Saya terus berdoa kepada Tuhan, perlihatkan
jodohku jika ia berada disekitarku. Dan, jika jodohku jauh, dekatkanlah
kepadaku. Dan bahkan saya sangat mengerti
perasaan seorang laki-laki yang ditolak oleh wanita/calon kekasihnya. Dan bahkan
saya pernah mengalami hal seperti itu. Saya tidak akan bercerita disini,
tetapi Tuhan tau cerita saya semuanya sejak awal sampai saat ini. Thankyou so
much for read my blog. Have a nice day! :)
7.06.2014
Ilham Aditama 'HiVi!'
Ilham Aditama, atau yg sering biasa dipanggil Ilham ini adalah vokalis grup band HiVi! yg dibentuk pada tanggal 30 Januari 2009. Cowok pecinta design, travelling dan browsing ini adalah anak ketiga dari tiga bersaudara kelahiran Jakarta, 20 September 1991. Penyuka makanan Italian Food ini sangat mengidolakan Johny Depp, Coldplay dan juga Ari Lasso. Kekasih pemain sinetron dan film Jessica Mila Agnesia ini bercita-cita ingin menjadi penerjun dan design lhoo… (jadi penerjun dihatiku mau gak Ham? :D)
Ngomongin soal
Ilham Aditama ini ga akan ada habis-habisnya. Cowok yang paling jahil diantara
personil HiVi! lainnya ini ternyata ga bisa diem lho kalo udah diatas panggung.
Bahkan, saking aktraktifnya di panggung, anak pasangan Deddy Nugraha dan Diana
Ameriwati ini selalu keringetan lho. Ini yg
menjadikan para #HiFriends (sebutan dari fans HiVi!) semakin tergila-gila
karena Ilham. Wiiih, makin banyak deh #HiFriendsnya! :D
Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas
Pelita Harapan ini paling sering olahraga gowes, gym dan jogging lho. Siapa tuh
yang mau nemenin Ilham jogging bulan puasa gini hayoooo? Tapi oh tapi, pemilik
akun twitter @IlhamAditama ini mengaku jarang ke tempat gym karena kesibukannya
manggung bersama HiVi! yg hampir setiap hari menerima tawaran manggung off air.
Alumni SMA 82 Jakarta ini sangat menyukai warna cokelat lho #HiFriends. Pasti udah
pada tau dong? Nah, Ilham ini juga sering mengedit foto dan mengunggah ke akun
Instagramnya, iaditama. Selain itu, hasil editan foto Ilham juga tak aklah
bagus dan kerennya sehingga sering mendapatkan banyak liked dari para
followersnya. Wihiiiiihhhh.....
Ilham sangat phobia pada serangga lho. Coba kalo #HiFriends
ngasih hadiah serangga ke Ilham, pasti dia langsung kabur lari pergi jauh deh
karena menghindari serangga itu haha. Nah tapi, ada yg paling disukai sama
seorang pemilik tinggi badan 175 cm ini, yaitu gangguin orang. Terbukti,
orang-orang disekeliling Ilham pernah menjadi korban kejahilannya itu. Sebut saja
Ezra Mandira, Bima Pramudia, hingga sang kekasih sendiri, Jessica Mila. Gak kebayang
dong betapa jahilnya Ilham? Tapi, sejahil-jahilnya Ilham, dia sangat mencintai
kekasihnya lhoo.. waaah, so sweet yaaah mereka.
Adik dari Jelita Amanda dan Aldi Anggalaksana ini paling
suka diam dikamar daripada pergi jalan-jalan yang gak ada untungnya buat Ilham.
Ketika sedang libur manggung bersama HiVi!, Ilham lebih banyak menghabiskan
waktunya bersama keluarganya dirumah lho.. pecinta keluarga juga yaah ternyata
hihi. Namun, terkadang, Ilham juga suka nongkrong bersama teman-temannya
disalah satu tempat makan di pinggir jalan lho guys. Untuk tempatnya, cari tau
sendiri yaaah hihi. Hobi baru yang sedang digeluti Ilham saat ini adalah memiliki motor BMW Klasik R75/5 lho. Siapa tuh yg mau diboncengin sama vokalis ganteng yg satu ini? Ilham juga sering jalan-jalan menggunakan motor barunya itu bersama teman-temannya lho. Nah, yg ketemu sm Ilham dijalan nanti minta ajak bareng, lumayan kaaan bareng sama Ilham haha.
Sekilas, itulah profil tentang Ilham Aditama. Kurang lebihnya
mohon dikurang-kurangin, jangan dilebih-lebihin. More info about him,
please check http://itnayragjena.tumblr.com/post/54425720518/profil-ilham-aditama.
Thankyou and arigatou! :D
6.26.2014
God is Everything
Banyak kejadian yang tak terduga bisa kita alami, contohnya kecelakaan. Kecelakaan bukan berasal dari kita sendiri, melainkan musibah yang datangnya dari Tuhan. Tetapi jika manusia itu sendiri menginginkan adanya kecelakaan, ya itu hanya Tuhan dan manusia itu sendiri yang tau. Gue uda banyak banget bahkan sering mendapat cobaan dari Tuhan selama hidup. Begini ceritanya……
Cobaan yang dikasih oleh Tuhan itu bermacam-macam, kalo gue kebetulan kena fitnah dari salah satu temen gue yang pernah gue banggakan kepada semua orang diluar sana. Nah, cobaannya ini yang lagi Tuhan uji ke gue, apakah gue mampu menyelesaikan cobaan ini atau ngga. Sebenernya, Tuhan sayang sama semua umatnya, makanya kita dikasih cobaan seperti ini, serta derajat kita diangkat jika kita selalu meminta permasalahan atau cobaan ini segera selesai kepada Tuhan. Sesungguhnya, manusia itu banyak dosa dan kita selalu dengan sengaja atau tidak melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan bagi orang-orang yang mendengar atau melihat. Gue ga mau bongkar rahasia disini karena gue takut dia membacanya dan melihat isi postingan blog gue ini.
Hanya sekedar mengingatkan, God is everything. And you must know, God is always see his people do and say. So, you must realized all evil and fill it with kindness to others. Gini yaa, fitnah lebih kejam daripada fitness cyiiin.. eh salah deng, maksudnya fitnah lebih kejam dari kejahatan. Lo bisa ganti itu semua, tapi dihadapan Tuhan nanti, lo akan menjawab sendiri pertanyaan dari malakat sebelum lo masuk ke neraka atau surga (berat amat kata-kata gue.. hehehe…).
Jadi intinya, you must be careful of the words and actions out there. So, enjoying your life, happiness in your hand, berbuat baiklah sebelum kejahatan mencurigai dan menghampirimu setiap saat dan setiap waktu. Sekian dan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Langganan:
Postingan (Atom)








