4.09.2017

Graduation

Assalamu'alaikum....
Alhamdulillah bisa kembali lagi ngeblog walaupun kontennya lagi enggak bagus hari ini. Tapiiiii..... ingin meluapkan rasa kebahagiaan yg sebenernyaaa udah lama enggak di publish2 masih mangkrek di laptop. Jadiiiii, kali ini gue mau ngasih rasa bahagiaaa yg amat luarrr biasyaahhhh (enggak biasa diluar kok anaknya hahaha) yaitu tentang wisuda!
Yep! Beberapa bulan yg lalu tepatnya tanggal 22 November 2016 jam 10.00 dan berlokasi di BSI Convention Center, Kaliabang, Bekasi Utara, Alhamdulillahirabbil alamiinn dinyatakan lulus kuliah D3 atau Ahli Madya. ❤
Sebenernya sulit bangeettt buat bikin Tugas Akhir itu. Sampe 2 kali magang demi hasil dan nilainya baguuss dimata dosen penguji. Dan ternyataaaa bersyukur bangeettt masih dikasih waktu dan umur yg berkaahhh akhirnya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu dan bikin orangtua senang sekaligus bangga.
3 tahun itu bukan waktu yg sebentar buat bikin Tugas Akhir itu. Pasti banyaakkk banget halilintar membahana nan cetarrrrr yg bikin sulit buat menyelesaikan itu semua. Mulai dari dosen akademik yg jarang banget ada dikampus dan standby sampe malem, dapet dosen pembimbing yg lagi hamil tua, daaannn dosen-dosen yg berhasiiilll bikin para mahasiswa/i nya semakin deg-degan menghadapi Ujian Tugas Akhir daaannn bikin Tugas Akhir juga tentunya.
Dan Alhamdulillahnya banget, dosen pembimbingnya itu mengerti kita semua. Nggak setiap hari mereka selalu ada dikampus dan minta tandatangan pun gak sampe terlalu mengejar-ngejar (bukan mengejar angkot ya). Gue dapet 2 dosen pembimbing sekaligus. Yang kedua itu Asisten Dosen Pembimbing karenaaaa dospem gue yg pertama itu sedang hamil tua dan anaknyaaa itu kembaarrr. Lucuk! *sekip*
Nah, mereka-mereka yg membuat gue menjadi semangat banget buat menyelesaikan Tugas Akhir dgn tepat waktu. Dapat nilai B itu udah memuaskan banget buat gue. Mereka adalah temen-temen sekelas gue yg selalu menyemangati satu sama lain biarrr kita diwisuda bareng dan punya foto bareng-bareng iuga meskipun hasilnya misah-misah fotonya. Tapiiii akhirnya Alhamdulillah bangeettt masih bisa wisuda bareng sm mereka semua. Terima kasih kalian yg luar biasyaaahhhh!
Ngerjain Tugas Akhir itu hampir sama kayak Skripsi, cuma bedanya TA lebih sedikit halamannya ketimbang Skripsi. Nah, perjuangan bikin TA ini yg akan mengantarkan kalian semua ke jenjang yg lebih serius lagi (bukan pernikahan ya). Tapiiiii mengantarkan kalian untun bikin Skripsi di kuliah selanjutnya.
Perjuangan bikin TA versi gue dan temen-temen lainnya itu sulit sih sebenernya. Berhubung dospem gue lagi hamil tua dan anaknya kembar, alhasil kita semua satu kelompok datengin rumah beliau di daerah Sawangan, Depok. Dengan berbekal sebuah tas berisi dokumen-dokumen TA hasil coretan tangan halusnya beliau, kita gak mungkin bisa wisuda bareng-bareng. Alhamdulillah. Meskipun ada asistennya, tapiii tugas sepenuhnya ada di dospem gue. Berhubung dia sedang cuti melahirkan, otomatis kita sering menemui asisten pembimbing. Hampirrr tiap sore nongkrong di depan loby kampus biar ketemu sama bu Wiwin. Berkat bantuan, dorongan dan doa dari mereka berdua, kita semua bisa ikutan sidang dan wisuda. Alhamdulillah.
I give many thanks to my family especially my parents who always being my inspiration and my spirit doing this Tugas Akhir. Thank you soo much! ❤
Akhir kata, terima kasih utk bu Nandang, bu Wiwin, mas Tommy yg selalu ngajarin buat bikin TA yg bagus dan rapi, serta teman dan kawan Manajemen Administrasi 22.6A.02 yg senantiasa membuat semangat dan inspirasi buat ikutan wisuda bareng. Lots of love y'all! 

Salam,
Your trully friends
Ajeng.

2.26.2016

Hijab is Trully Happiness!

Hallo! TGIF! Alhamdulillah it’s Friday. Jum’at berkah, kata orang-orang, sih. Tapi memang bener, kalo hari Jum’at itu adalah hari yang paling berkah. Percaya, gak? Enggak, ya? Yaudah. *lhoapaini*

Sebenarnya, bukan itu yg mau gue bahas. Tapi gue mau bahas soal hijab! Yes, we’re wearing hijab everyday. Because, from hijab we can found happiness, we found love, and we can share with other people who doesn’t wear hijab. Hijab itu, gak harus dimodel-modelin biar terlihat cantik, kok. Tapi bagaimana cara kita menggunakan yang baik didepan Allah SWT. dan juga orang lain termasuk lawan jenis. Dalam agama, memang diajarkan bagi para perempuan yang sudah akil baligh memakai hijab. Nah, kebanyakan nih, orang-orang muslim yang baru memakai hijab belum tau cara memakai hijab yang baik dan benar sesuai ajaran Rasulullah SAW.

Gue adalah salah satu dari sekian juta umat Muslim yang menggunakan hijab. Bisa dibilang lama, bisa dibilang juga baru. Bukannya baru ngerti soal ajaran agama Islam, lho. Tapi baru ngerti apa itu arti hijab yang sesungguhnya. Kebanyakan, perempuan yang berhijab itu selalu memakai hijab dengan model atau versinya sendiri. Ada yang dimodel kayak artis, atau hanya dipakai model segitiga yg biasa anak sekolahan pakai. Nah tapi, bagi orang-orang yang belum paham menggunakan hijab, pasti kalian semua pernah atau sering lihat ada yang hanya asal pakai tapi rambut masih terlihat keluar dari sudut hijabnya, kan? Tapi gue gak tau sih, dalil Rasulullah yang pas bagi mereka yang menggunakan hijab seperti itu.

Sebenarnya, hijab itu adalah kerudung. Tapi biasanya, kerudung itu diartikan sebagai salah satu penutup kepala yang langsung pakai yang biasanya dipakai oleh ibu-ibu yang gak mau repot memodel-modelkan kerudungnya. Sekarang malah berubah arti menjadi hijab. Nah, banyak orang yang sudah banyak memakai hijab. Gue sebenarnya sudah pakai hijab sejak kelas 2 SMA sampai sekarang. Berarti, hitung sendiri yaa lama gue pakai hijabnya. :D

Hijab itu bukan soal model-model yang bagus, kok. Tapi, hijab itu adalah kesesuaian diri kita terhadap ajaran Allah dan RasulNya supaya para perempuan menutup auratnya rapat-rapat dari godaan syaitan yang terkutuk. Naudzubillah Min Dzaaliik. Menurut ajaran Rasulullah, bagi para perempuan yang belum memakai hijab atau menutup auratnya rapat-rapat, niscaya akan mendapatkan balasan yang setimpal di akhirat nanti. Bukannya mau nakut-nakutin, sih. Tapi ini kenyataan, kenyataan ajaran Rasulullah dalam Islam. Banyak kok keuntungan memakai hijab. Jangan takut kehilangan pekerjaan, jauh dari jodoh dan gak punya teman. Itu salah besar, guys!

Memakai hijab itu ada keuntungannya, lho. Mau tau?

1.     Hijab itu membuat seseorang menjadi lebih sabar dalam menghadapi masalah. Sebesar apapun masalah itu, serahkan kepada Allah. Niscaya Allah akan membantu menyelesaikan masalah kamu.


2.    Hijab itu bisa mendekatkan seseorang dengan jodoh Allah, lho. Gak percaya? Memang banyak yang belum menemukan jodohnya, tapi yakin deh, setelah kamu berhijab Insya Allah kamu akan bertemu dengan seseorang yang tak lain adalah jodohmu yang ditakdirkan oleh Allah. :)


3.    Hijab itu bisa membuat seseorang menjadi lebih sopan. Kalo yang ini pasti percaya, dong. Perkataan yang masih kotor sebaiknya dijauhkan, deh. Jangan sampai kamu terlihat buruk didepan orang lain hanya karena perkataanmu yang masih kotor.


4.    Orang yang bekerja menggunakan hijab, pasti akan dipandang lebih baik oleh para klien atau customer. Meskipun terlihat berbeda dari karyawan lain, orang kantoran pasti akan lebih cantik dan anggun apabila memakai hijab saat bekerja.


5.    Hijab is fun! Keberhasilan dirimu menjadi seorang hijabers ditentukan oleh dirimu sendiri lho, guys. Apabila perasaan dan hati kamu bahagia ketika menggunakan hijab, niscaya kamu akan selalu senang saat bepergian atau jalan-jalan menggunakan hijab.


Nah sekarang, hijab itu gak bikin malu, kok. Kamu pasti akan selalu mendapat bahagia ketika kamu mulai memakai hijab dari dalam hati. Ingat! Memakai hijab bukan datang karena iri melihat orang lain lebih cantik menggunakan hijab, tapi datangnya dari dalam hati dan kemauan diri kita sendiri. Kalau kita menggunakan atas dasar cinta terhadap Allah dan RasulNya, Insya Allah, Mereka akan memberkahi kalian saat mulai menggunakan hijab. :D

So, jangan pakai hijab setengah-setengah, yaa. Yuk, mulai memakai hijab dari sekarang. Memakai hijab itu, tak sesulit kita menghadapi kemacetan dijalan, kok. :D

Semoga, kalian membaca tulisan ini dengan seksama, ya. Apabila ada keluhan atau kritik serta saran, silahkan email ke: putriajengaryanti@yahoo.com atau mention ke Twitter: @artni_p. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian yang sudah berhijab, dan bagi yang belum semoga terinspirasi, yaa. ❤

Much Loves,


Ajeng.

4.23.2015

Siapkah Kau 'tuk Jatuh Cinta, Lagi?

Meski bibir ini tak berkata
Bukan berarti ku tak merasa
Ada yang berbeda
Diantara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu
Hanya karena
Diriku tak mampu untuk bicara
Bahwa aku
Inginkan kau ada
Di hidupku ...



Itulah penggalan single terbaru dari grup musik HiVi! yang berjudul Siapkah Kau ‘tuk Jatuh Cinta Lagi yang sering dilihat di akun Instagram dan Twitter milik HiVi! yaitu @sayhivi dan juga para personelnya. Awal kemunculan hashtag #SIAP di Instagram dan Twitter serta Official Page Facebook milik grup bentukan Nino ‘RAN’ ini membuat banyak HiFriends –sebutan untuk penggemar HiVi!- jadi kebingungan, ada apa dengan hashtag tersebut? Serta, kemunculan beberapa video di Instagram yang berdurasi 15 detik tersebut semakin gencar dipublikasikan oleh Dalila Azkadi, Ilham Aditama, Ezra Mandira dan juga Febrian Nindyo di akun Instagram masing-masing. Seperti contohnya Ezra Mandira yang memposting video dari sang bunda, Dina Mariana yg berdurasi 15 detik tersebut mengenai hashtag #SIAP tentang single terbaru HiVi! ini. Nah, ada pula Febrian Nindyo yang juga memposting video dari Asta Andoko, seorang gitaris dari RAN mengenai single terbaru mereka. Masih banyak lagi video-video yang diposting oleh mereka termasuk para teman/sahabat dari para personilnya.


Di akun Instagram milik Dalila Azkadiputri, dia juga memposting video dari sahabat dekatnya yang menyatakan #SIAP dengan single terbaru mereka. Nah, HiVi! juga mengajak serta para HiFriends untuk memposting ke #SIAP an kalian menunggu single terbaru mereka. Gak sedikit yang ikutan, bahkan banyak banget. Bahkan, hampir semua memposting ke #SIAP an mereka di akun Instagram masing-masing. Bahkan, kedua manager dari band ini, yaitu Maharani Wandita dan Bima Pramudia juga ikutan menyatakan bahwa mereka #SIAP dengan gebrakan baru yang dibuat oleh band yang sudah berusia 4 tahun pada akhir Januari kemarin. Dan juga, para personil band pengiring HiVi! juga menyatakan #SIAP di akun Instagram HiVi! lho. Wah, kurang apa lagi ya dukungan untuk single terbaru  HiVi! yaa??



Nah sekarang, single terbaru dari HiVi! ini sudah bisa direquest di radio-radio seluruh Indonesia sejak tanggal 22 April kemarin. Dan, lagu ini juga sudah tersedia di iTunes lho. Bagi kalian pengguna Apple, silahkan download dan nikmati single terbaru mereka, ini link-nya: https://itunes.apple.com/id/album/siapkah-kau-tuk-jatuh-cinta/id985689519. Jangan lupa request di radio-radio kesayangan HiFriends di seluruh Indonesia ya. Pokoknya jangan download ilegal, dan cintai karya anak-anak Indonesia. Semoga suka dengan single dan juga bandnya yaa hihi :D




Terus dukung grup musik favorit kalian untuk terus berkarya di industri musik Indonesia. Selamat untuk HiVi! kita tunggu gebrakan terbaru dari mereka selanjutnya yaa HiFriends!







1.09.2015

Antara Waktu dan Biaya

            Setiap orang pasti memiliki pekerjaan untuk membiayai kehidupannya masing-masing, mungkin untuk biaya hidup anak dan istri. Banyak juga yg bekerja di kawasan terpadu di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara, terlebih jika mereka ditempatkan diluar Jakarta seperti Bekasi, Bogor, Depok dan Tangerang. Bagi orang-orang yg memiliki kendaraan seperti sepeda motor atau mobil pribadi tentu akan memudahkan mereka untuk pergi ke tempat kerja mereka yg jaraknya sangat jauh dr rumah. Lalu, bagaimana dengan mereka yg tidak memiliki kendaraan dan harus pergi ke kantor menggunakan angkutan umum seperti bis, kereta dan busway? Ini jawaban mereka.

            Sebelumnya, saya pernah berkeliling Jakarta menggunakan angkutan umum seperti busway dan kereta Commuter Line pada hari kerja. Ternyata, banyak yg menggunakan jasa angkutan umum tersebut dan bahkan hampir setiap hari. Saya melakukan perbandingan antara busway dengan kereta Commuter Line yang hampir setiap menit datang mengangkut penumpang sampai tujuan. Pertama-tama, saya menggunakan angkutan kereta Commuter Line dengan tujuan akhir stasiun Bekasi dimulai dari stasiun Jakarta Kota. Saya tidak pernah menanyakan nama kepada org yg saya ajak bicara karena mereka takut saya berbuat kejahatan seperti yg terjadi sebelum-sebelumnya. Yang pertama adalah wanita, kira-kira umurnya 34 tahun, dia bekerja di sebuah perusahaan di daerah Bekasi. Rumahnya berada di Muara Karang, Pluit, Jakarta Utara. Setiap hari, wanita tsb mengatakan kpd saya bahwa dia lebih nyaman dan enak menggunakan kereta dibanding busway. Menurutnya, jika ia naik busway menuju tempat kerjanya di Bekasi, ia akan terlambat sampai kantor dan akan dikenakan sanksi hukuman dr atasannya. Ia mengatakan bahwa lebih cepat sampai kantor jika naik kereta dibanding busway. “Lebih enak naik kereta mbak ketimbang busway. Soalnya kan kantor saya jauh di Bekasi, takut telat dimarahin sm bos jadi saya naik kereta aja dr Kota,” tuturnya.

            Kemudian, orang yg kedua yg saya ajak berdiskusi adalah seorang pria paruh baya, kira-kira usianya hampir 50 tahun. Beliau bekerja di sebuah perusahaan di Juanda. Jawaban yang sama dgn wanita yg diatas tadi mengenai perbandingan antara busway dengan Commuter Line adalah soal waktu. “Iya neng, saya kerja di Juanda rumah di Bekasi. Kalo dihitung-hitung, bisa-bisa saya gak sampe kantor kalo naik busway. Kan kalo pagi tuh jalanan macet ya apalagi daerah Harmoni, belum nunggu buswaynya yg lama. Harus pindah-pindah halte. Kalo naik kereta kan lebih cepat, lebih murah, enak lagi,” katanya. Namun, beliau mengatakan baru beberapa bulan ini ia menggunakan kereta untuk bepergian menuju kantor atau kembali pulang kerumahnya di Bekasi. Sebelumnya, ia mengaku menggunakan busway dan angkutan umum utk pergi ke kantor pada pagi hari. “Saya pernah naik angkot dr rumah di Bekasi, wah itu yg namanya macet udah dimana-mana. Saya aja sampe kantor jam 9 pagi, kalo naik kereta bisa jam 8 atau setengah 9. Lebih cepet naik kereta lah,” ujarnya.

            Orang yang ketiga adalah seorang mahasiswi, umurnya kira-kira 20 tahun. Ia sedang mengenyam pendidikan di sebuah universitas di daerah Klender. Rumahnya di sekitar Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Pada saat itu, saya berpikir bahwa betapa beruntungnya saya yg msh bisa kuliah dengan jarak yg tidak sangat jauh dan tidak perlu bersusah payah berdesak-desakan didalam kereta untuk sampai di kampus. “Ini aja saya baru mau ke kampus mbak, masuk jam 12 siang. Makanya berangkat jam segini. (Pada saat itu jam menunjukkan pukul 10.00 WIB). Abisnya kalo naik angkot suka lama mbak, belom ngetem-nya di kalibata lama, terus hrs turun angkot pindah jurusan. Belom lagi kalo angkotnya nggak ada, mesti nunggu lagi. Bisa sampe kampus jam berapa saya mbak kalo naik angkot. Kebetulan kan udah ada kereta, rumah saya juga deket sm stasiun Pasar Minggu Baru. Kalo ada kereta knp mesti naik angkot?“ katanya.  Menurutnya, untuk segi waktu lebih efisien menggunakan kereta dibanding angkutan umum  seperti bis, angkot atau busway. Mentok-mentok, kalau masih macet mereka menggunakan ojek sebagai sarana yg cocok utk menerobos kemacetan di Jakarta ini.

            Dari ketiga orang yg saya ajak bicara ketika sedang berada didalam kereta Commuter Line jurusan Jakarta Kota-Bekasi adalah masalah waktu dan biaya.


            Kedua, saya menggunakan buaway utk menuju tempat tinggal saya di Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Saya naik busway TransJakarta dari halte Dukuh Atas 1 menuju Harmoni dan melanjutkan lagi menuju Lebak Bulus. Di halte Dukuh atas, saya bertemu dgn seorang anak lelaki muda, usianya kira-kira 25 tahun. Ia ingin pergi ke kawasan Duri Kepa, Jakarta Barat. Ia mengeluh karena keterlambatan datangnya busway dr Blok-M menuju Harmoni. Saya hanya tersenyum pada saat itu. Ketika saya tanya, dengan nada pelan dan ramah, ia menjawab pertanyaan saya semuanya. “Saya mau ke Duri Kepa mbak, mau nengokin saudara saya disana. Ini udah hampir sejam saya nunggu disini tapi busway-nya nggak sampai-sampai. Kalo aja ada kendaraan yg lebih cepat dari busway, saya mau naik mbak biar cepet sampe sana,” katanya. Namun, ketika saya singgung mengenai kereta Commuter Line, ia mengatakan, “Tadinya saya juga mau naik kereta mbak, cuma saya nggak tau angkot ke rumah saudara saya itu. Saya taunya naik busway aja, tapi kalo ke kantor saya sih naik kereta mbak, cuma baru kali ini aja saya naik busway. Ternyata lama ya”.

            Kemudian, di halte busway Harmoni, saya bertemu dengan seorang wanita, kira-kira umurnya 27 tahun. Ia bekerja di kawasan Kebon Jeruk dengan rumahnya yg berada di Jatinegara. Sama halnya dengan lelaki diatas, ia mengeluhkan keterlambatan datangnya busway jurusan Lebak Bulus-Harmoni. “Biasanya sih nggak lama mbak, tapi ini kok tumben sih lama ya datengnya?” keluhnya. Dengan santainya, obrolan kami pun semakin panjang. “Iya mbak, saya mau kerja di Kebon Jeruk. Kan kalo naik kereta nggak ada stasiunnya. Ya mau nggak mau saya harus naik busway dgn resiko lama dan telat. Sebenernya sih kalo ada stasiun Kebon Jeruk ya saya naik kereta aja mbak dari Jatinegara. Tapi adanya busway ya saya harus naik ini ke kantor, biasanya sih suami saya yg nganter tp dial g masuk pagi terus saya masuk siang jadi nggak bisa nganter ke kantor deh,” tuturnya.

            Bisa disimpulkan, bila dihitung-hitung dari segi waktu, lebih cepat naik keret Commuter Line dibanding bus TransJakarta. Namun, dari segi biaya, lebih murah naik bus TransJakarta daripada kereta Commuter Line. Hampir 99% orang yg saya ajak bicara dan mengajak saya bicara baik di dalam kereta atau bus TransJakarta, mereka lebih mengutamakan waktu dibanding biaya dan keselamatan diri sendiri. Contohnya seperti di stasiun Tanah Abang setiap pukul 17.00 WIB. Kereta yang menuju Serpong, Parung Panjang hingga Maja penuh sesak oleh penumpang yg kebanyakan turun di stasiun Pondok Ranji, Sudimara, Serpong dan Parung Panjang. Berdesak-desakan, saling dorong dan memaksakan diri untuk masuk kedalam rangkaian kereta adalah hal yg biasa bagi mereka yg rumahnya berada di sekitar Serpong dan Parung Panjang bahkan Maja sekalipun. Pulang dengan tubuh yang sakit karena berdesakan ketika ingin masuk/keluar kereta menjadi makanan utama bagi mereka. Mereka sudah biasa dengan hal seperti itu. Terlebih jika mereka tidak mendapatkan kereta atau ketinggalan kereta karena keterlambatan. Suara teriakan dan rintihan kesakitan akibat berdesak-desakan didalam kereta sudah hal biasa bagi petugas kereta Commuter Line yang bersiap siaga menjaga disetiap rangkaian kereta.

            Jika dihitung dalam biaya, untuk kereta Commuter Line sekali perjalanan bisa memakan biaya Rp 3000,- hingga Rp 4000,- dgn tujuan akhir yg mereka inginkan. Karena, Rp 2000,- setiap 5 stasiun pertama dan Rp500,- setiap 3 stasiun berikutnya. Jika menggunakan bus Transjakarta, satu kali perjalanan hanya memakan biaya Rp 3500,- kemanapun tujuan akhirnya. Jadi, lebih murah menggunakan busway daripada kereta Commuter Line.

            Kesimpulan dari saya, jagalah diri sendiri dari orang lain disekeliling Anda. Karena, kesempatan pada saat seperti itulah yang menjadi sasaran empuk bagi para pencopet untuk mendapatkan hasil dari mangsanya. Semoga, tulisan saya ini bermanfaat bagi Anda semua pengguna jasa angkutan bus TransJakarta dan kereta Commuter Line. Mohon maaf jika ada kesalahan nama, penulisan dan lain-lain. Sekian dan terimakasih.










(nb: Saya menulis tulisan ini karena saya sebelumnya sudah melakukan riset serta observasi menggunakan 2 jasa angkutan umum milik Pemerintah dan saya sudah merasakan berdesak-desakan dalam kereta Commuter Line dan bus TransJakarta. Jika Anda berkomentar negatif tentang tulisan saya ini dan atau memprotes tentang angkutan umum milik Pemerintah ini, lebih baik Anda rasakan dulu seperti apa yg mereka rasakan setiap hari. Terimakasih)

12.31.2014

Live. Love. Laugh.

          Ada kalanya kita merasa ingin menyendiri, merenungkan apa yg telah kita lakukan selama ini. keinginan untuk bahagia, selalu terlintas termasuk membahagiakan mereka, kalian dan dia yang selalu hadir dalam setiap mimpi, doa dan kehidupanku sehari-hari. Ingin rasanya melihat mereka dan dia tersenyum bahagia, tersenyum karena aku bisa membuktikan kpd mereka bahwa aku telah sukses. Sukses dalam segala usahaku selama ini. namun terkadang, rasa sedih juga melintas di pikiranku, mengapa aku selalu mengecewakan mereka, membuat mereka marah, mereka kesal. Membuat mereka, kalian dan dia menangis. Apa salahku? Aku harus berbuat apa agar mereka tidak menangis dan marah seperti itu lagi?

          Aku ingin membuktikan kepada mereka, “Hai lihatlah. Aku sudah sukses, aku sudah menggapai cita-citaku saat ini. Aku berbeda, aku tidak seperti yang dulu, dulu sebelum aku seperti ini, aku menjadi seseorang yang bisa membuktikan kpd mereka, kalian dan dia bahwa aku saat ini sudah menjadi apa yg aku inginkan”. Dibalik kesuksesan seseorang, ada orang lain yang selalu mensupport, memotivasi dan selalu berada dibalik layar yg setiap hari hadir di kehidupannya yaitu DIA. Hai kamu, saat ini aku masih belajar untuk menjadi apa yg kamu inginkan. Suatu saat nanti, kamu akan melihat perubahan dari dalam diriku sendiri. Perubahan yg sangat signifikan, perubahan yang membuat orang lain menjadi terperanga melihat diriku. Saat ini, aku masih sama seperti apa yg kamu lihat kemarin. Aku belum berubah, aku masih butuh proses untuk menjadi seseorang yg lebih dewasa, lebih baik lagi dan mampu bangkit dr keterpurukan.

          Mungkin mereka, kalian dan dia tidak pernah tau perjuangan yg telah aku lewati untuk menjadi orang yg lebih baik lagi. Saat ini, aku masih dalam bimbingan, proses belajar dan mencoba menjadi orang yg mereka inginkan. Mereka, yang selalu menjadi motivasi aku untuk tetap hidup. Kalian, yang selalu hadir disetiap waktu untuk membuatku selalu tersenyum, tertawa dan bahagia. Dia, yang selalu menjadi inspirasi aku selama ini dan selalu menjadi yang paling pertama untukku agar aku terus belajar, menggapai keinginanku di masa yang akan datang. Dia, yang selalu mensupport apapun keinginan dan selalu memberikan nasehat agar aku selalu belajar, belajar dan belajar. Dia, adalah orang yang selalu menjadi bagian dalam hidupku setelah mereka, orangtua dan keluarga. Dibalik kalian, teman-temanku yang selalu mengajarkanku cara berteman, cara berbicara dan cara bertoleransi sesama manusia.

          Tidak banyak kata-kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya aku memiliki mereka, kalian dan dia, yang selalu membuatku tersenyum, tertawa dan hidup. Aku ingin melihat mereka dan dia serta kalian selalu tersenyum atas kehadiranku. Tahun ini adalah tahun dimana aku akan memasuki usia yang semakin lama semakin tua, yang dimana aku memiliki keinginan untuk semakin berpikir lebih luas dan semakin termotivasi untuk terus membuat mereka dan dia serta kalian selalu tersenyum bahagia. Satu keinginanku, aku ingin melihat mereka tersenyum bahagia dan menangis melihat aku sukses dan lulus dari sebuah universitas dengan gelar yang aku miliki dibelakang namaku. Aku hanya ingin mereka seperti itu, menangis bahagia atas prestasi yg telah diraih oleh anak kesayangan dan tercintanya. Serta, aku ingin kalian selalu ada untuk selalu membuat hidupku menjadi lebih baik dan semakin baik.

8.07.2014

Jodoh, Cinta dan Takdir

Semua wanita pasti menginginkan seorang pasangan yang selalu menemani hidupnya hingga akhir hayat. Baik dia berwajah tampan, sholeh, baik budi pekertinya, apalagi sangat sayang terhadap orangtua. Itu adalah dambaan semua wanita. Akan tetapi, akankah ia menerima pasangannya jika pasangannya itu memiliki kebiasaan yang buruk, misalnya sering mabuk, sering pulang malam bahkan pagi buta, atau melakukan kekerasan pada wanita? Tuhan menciptakan manusia berpasang-pasangan. Suami dengan istri, begitupun sebaliknya. Apakah mungkin mereka bisa menikmati hidup dengan nyaman? Tidak. Pasti akan ada masalah dan badai yang menghadang diantara mereka. Tuhan sayang terhadap manusia yang terus berusaha dan berjuang untuk mendapatkan jodohnya. Apakah mungkin, Tuhan akan memberikan seseorang jodoh yang begitu cepat sehingga memungkinkan dia untuk segera menikah secara agama dan hukum? Tentu saja hanya kita dan Tuhan yang tau itu semua.
 Jelas, Tuhan memberikan pasangan yang tentunya adalah jodoh kita dimasa mendatang. Entah kapan Tuhan memberikan, hanya Dia yang mengetahui semuanya. Jodoh.. cerita tentang jodoh. Saya memiliki seorang teman bernama Ananda. Dia bilang kepada saya dan teman-temannya semasa SMP, ketika dia lulus SMA nanti, dia tidak mau kuliah atau kerja. Melainkan dia menunggu untuk dilamar oleh kekasihnya lalu menikah. Entah apa yang dia ucapkan pada saat itu adalah hanya gurauan bagi teman-temannya, saya bercerita kepada ibu saya tentang cerita Nanda tadi. Ibu saya hanya tersenyum dan berkata, “jodoh ada ditangan Tuhan. Kita tidak tau apakah dia akan segera dilamar oleh kekasihnya atau tidak, hanya dia dan Tuhan yang tau cerita dibalik itu semua”. Sontak, saya terdiam sejenak. Meneliti perkataan Nanda saat itu. Setelah kelulusan, hampir 3 tahun kami tidak berkomunikasi. Hanya melalui Facebook kami bercerita dan mengulang masa-masa SMP yang pada saat itu adalah masa dimana kami masih mengenal lebih dalam tentang cinta. Tahun 2014, Nanda resmi dilamar oleh kekasihnya yang bernama Agung. Saya kaget dan sampai heran, apakah ini yang dinamakan takdir dan jodoh? Secepat itukah teman masa SMP saya memutuskan untuk menikah? Ternyata perkataan dia saat itu dikabulkan oleh Tuhan. Tepat bulan Juni lalu, ia melangsungkan akad nikah dirumah orangtuanya. Seketika saya langsung menghadiri resepsi pernikahan mereka dan mengucapkan selamat berbahagia, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Saat itu, saya berada dikampus dan sedang mempresentasikan hasil studi ilmiah saya dan teman-teman. Melihat jam menunjukkan pukul 2 siang, langsung saya pergi menghadiri acara resepsi pernikahan Nanda dan Agung. Sungguh bahagia mereka, melihat teman-teman mereka datang satu persatu menyalami kedua mempelai. Betapa hebatnya takdir yang diberikan oleh Tuhan saat itu.
 Setelah melihat adanya keajaiban tentang apa yang dikatakan Nanda pada saat SMP dulu, telah menggetarkan hati dan nurani saya. Apakah saya akan seperti Nanda dan Agung juga, menikah di usia yang sangat muda? Padahal dalam pikiran berkata, saya masih ingin menikmati hidup saya sebagai remaja yang bahagia dan tidak sedang mencari pasangan hidup. Saya masih ingin melanjutkan pendidikan saya dan kemudia bekerja sebagai karyawan perusahaan. Namun, jauh didalam hati saya, menginginkan adanya kekasih sebagai penyemangat hidup dan kegiatan sehari-hari saya. Tuhan masih menyimpan jodoh saya untuk diberikan pada waktu yang tepat. Kapan? Entah. Hanya Tuhan yang tau kapan jodoh saya datang. Saya bukanlah satu-satunya orang yang tidak memiliki kekasih saat ini. Masih banyak orang yang seperti saya. Mungkin Tuhan memberikan saya hari-hari tanpa kekasih. Jika saya memiliki kekasih saat ini, apakah saya akan bahagia dengannya? Apakah dia akan setia kepada saya? Apakah dia akan menerima kekurangan dan kelebihan saya sebagai penyemangat hidupnya? Jawabannya: bisa saja itu terjadi kepadanya jika ia tak kuat berpacaran dengan saya. Saya terus berdoa kepada Tuhan, perlihatkan jodohku jika ia berada disekitarku. Dan, jika jodohku jauh, dekatkanlah kepadaku. Dan bahkan saya sangat mengerti perasaan seorang laki-laki yang ditolak oleh wanita/calon kekasihnya. Dan bahkan saya pernah mengalami hal seperti itu.
Saya tidak akan bercerita disini, tetapi Tuhan tau cerita saya semuanya sejak awal sampai saat ini. Thankyou so much for read my blog. Have a nice day! :)

7.06.2014

Ilham Aditama 'HiVi!'

         


          Ilham Aditama, atau yg sering biasa dipanggil Ilham ini adalah vokalis grup band HiVi! yg dibentuk pada tanggal 30 Januari 2009. Cowok pecinta design, travelling dan browsing ini adalah anak ketiga dari tiga bersaudara kelahiran Jakarta, 20 September 1991. Penyuka makanan Italian Food ini sangat mengidolakan Johny Depp, Coldplay dan juga Ari Lasso. Kekasih pemain sinetron dan film Jessica Mila Agnesia ini bercita-cita ingin menjadi penerjun dan design lhoo… (jadi penerjun dihatiku mau gak Ham? :D)






          Ngomongin soal Ilham Aditama ini ga akan ada habis-habisnya. Cowok yang paling jahil diantara personil HiVi! lainnya ini ternyata ga bisa diem lho kalo udah diatas panggung. Bahkan, saking aktraktifnya di panggung, anak pasangan Deddy Nugraha dan Diana Ameriwati ini selalu keringetan lho. Ini yg menjadikan para #HiFriends (sebutan dari fans HiVi!) semakin tergila-gila karena Ilham. Wiiih, makin banyak deh #HiFriendsnya! :D





          Mahasiswa jurusan Desain Komunikasi Visual di Universitas Pelita Harapan ini paling sering olahraga gowes, gym dan jogging lho. Siapa tuh yang mau nemenin Ilham jogging bulan puasa gini hayoooo? Tapi oh tapi, pemilik akun twitter @IlhamAditama ini mengaku jarang ke tempat gym karena kesibukannya manggung bersama HiVi! yg hampir setiap hari menerima tawaran manggung off air. Alumni SMA 82 Jakarta ini sangat menyukai warna cokelat lho #HiFriends. Pasti udah pada tau dong? Nah, Ilham ini juga sering mengedit foto dan mengunggah ke akun Instagramnya, iaditama. Selain itu, hasil editan foto Ilham juga tak aklah bagus dan kerennya sehingga sering mendapatkan banyak liked dari para followersnya. Wihiiiiihhhh.....




          Ilham sangat phobia pada serangga lho. Coba kalo #HiFriends ngasih hadiah serangga ke Ilham, pasti dia langsung kabur lari pergi jauh deh karena menghindari serangga itu haha. Nah tapi, ada yg paling disukai sama seorang pemilik tinggi badan 175 cm ini, yaitu gangguin orang. Terbukti, orang-orang disekeliling Ilham pernah menjadi korban kejahilannya itu. Sebut saja Ezra Mandira, Bima Pramudia, hingga sang kekasih sendiri, Jessica Mila. Gak kebayang dong betapa jahilnya Ilham? Tapi, sejahil-jahilnya Ilham, dia sangat mencintai kekasihnya lhoo.. waaah, so sweet yaaah mereka.





          Adik dari Jelita Amanda dan Aldi Anggalaksana ini paling suka diam dikamar daripada pergi jalan-jalan yang gak ada untungnya buat Ilham. Ketika sedang libur manggung bersama HiVi!, Ilham lebih banyak menghabiskan waktunya bersama keluarganya dirumah lho.. pecinta keluarga juga yaah ternyata hihi. Namun, terkadang, Ilham juga suka nongkrong bersama teman-temannya disalah satu tempat makan di pinggir jalan lho guys. Untuk tempatnya, cari tau sendiri yaaah hihi. Hobi baru yang sedang digeluti Ilham saat ini adalah memiliki motor BMW Klasik R75/5 lho. Siapa tuh yg mau diboncengin sama vokalis ganteng yg satu ini? Ilham juga sering jalan-jalan menggunakan motor barunya itu bersama teman-temannya lho. Nah, yg ketemu sm Ilham dijalan nanti minta ajak bareng, lumayan kaaan bareng sama Ilham haha.





          Sekilas, itulah profil tentang Ilham Aditama. Kurang lebihnya mohon dikurang-kurangin, jangan dilebih-lebihin. More info about him, please check http://itnayragjena.tumblr.com/post/54425720518/profil-ilham-aditama. Thankyou and arigatou! :D